Pages

Selasa, 22 November 2011

MUSEUM MANUSIA PURBA SANGIRAN - Perjalanan Menembus Waktu ke Jaman Manusia Purba

Sangiran, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site. Di situs ini ditemukan ribuan fosil yang jumlahnya hampir separo dari seluruh fosil manusia purba di dunia. Ke Sangiran, Anda seolah dibawa kembali ke masa ribuan tahun lalu.
MUSEUM MANUSIA PURBA SANGIRAN
Desa Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen

Situs Manusia Purba Sangiran terletak 18 km di sebelah utara Solo dengan luas kurang lebih 56 kilometer persegi. Tidak ada yang berbeda ketika memasuki kawasan ini. Rumah-rumah penduduk, sekolah, dan hutan-hutan kecil terlihat sama saja dengan wilayah lainnya. Baru setelah masuk semakin dalam nampak rumah-rumah penduduk yang juga berfungsi sebagai toko-toko suvenir khas benda peninggalan jaman purba.
Akhirnya sampailah YogYES di Museum Purbakala Sangiran. Museum seluas 1,6 ha ini dibangun menempel pada sebuah bukit dan memutar sampai ke puncaknya. Kita harus berjalan mengitari lereng bukit untuk bisa sampai ke ruang pameran yang pertama. Ruang pameran yang pertama berada di dalam sebuah gua besar yang kemudian dibangun berdinding beton dan berisi gambar-gambar tentang bagaimana bumi terbentuk, fosil gigi dan tengkorak purba, tulang-tulang hewan purba, serta diorama evolusi manusia dan diorama contoh aktifitas manusia purba.
Keluar dari ruang pameran pertama, pengunjung harus mendaki puluhan anak tangga untuk mencapai ruang pameran kedua yang terletak di puncak bukit. Di ruang pameran kedua ini pengunjung bisa melihat berbagai jenis tengkorak manusia purba dari berbagai jaman dan tempat, tulang paha mammoth, tengkorak kerbau purba, berbagai jenis senjata, batu-batu fosil, dan lain sebagainya.

Situs Kunci Mempelajari Teori Evolusi Manusia

Situs Manusia Purba Sangiran berawal ketika pada tahun 1930an seorang antropologis Jerman bernama Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald menemukan fosil-fosil manusia purba di Sangiran. Penemuan fosil-fosil dalam penggalian dan penelitian ini menguatkan teori adanya evolusi manusia dari manusia kera hingga menjadi manusia seperti saat ini. Paling tidak ditemukan fosil dari 5 jenis manusia purba yang berbeda. Penemuan ini sangat mencengangkan dan menjadi kunci utama dalam perkembangan teori evolusi manusia. Sangiran menjadi situs yang menyumbangkan hampir 50% dari penemuan fosil manusia pra sejarah di dunia.
Tak hanya manusia dan kehidupan pra sejarah, ditemukan juga fosil makhluk bawah laut sehingga menimbulkan teori bahwa Pulau Jawa terangkat dari dasar laut jutaan tahun yang lalu. Bahkan pada tahun 1980an, para ilmuwan digemparkan dengan penemuan fosil utuh seekor mammoth dengan tinggi 4 meter. Fosil ini sekarang disimpan di Museum Geologi Bandung. Karena kontribusi terhadap dunia arkeologi, antropologi, geologi dan ilmu pengetahuan yang begitu besar, UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Warisan Kebudayaan Dunia ke 593 pada 5 Desember 1996 di Merida, Meksiko. Kemudian dibangunlah Museum Manusia Purbakala untuk menyimpan dan memamerkan fosil-fosil yang ditemukan.
Puluhan kios berjajar di depan museum, tempat para penduduk setempat menjual suvenir dan cinderamata khas peninggalan pra sejarah, mulai dari benda-benda yang diklaim sebagai tulang dan gigi manusia ataupun hewan purba, patung-patung dari tanah endapan dengan serat daun tumbuhan purba, hingga aneka kalung, gelang dan perhiasan dari batu-batu kali dan kayu fosil. Terdapat juga gardu pandang dimana kita bisa menikmati pemandangan hampir seluruh area situs Sangiran.
Copyright © 2010 YogYES.COM
Jadwal Buka
Selasa - Minggu pk 08.00 - 16.00 WIB

Harga Tiket
Pengunjung domestik: Rp. 3.000
Pengunjung mancanegara: Rp. 7.500

'INSIDIOUS', Teror Dari Alam Lain

'INSIDIOUS', Teror Dari Alam Lain

© FilmDistrict

Pemain: Patrick Wilson, Rose Byrne, Barbara Hershey, Lin Shaye, Andrew Astor, Leigh Whannell
Sinopsis
Semula Josh Lambert (Patrick Wilson dan Renai (Rose Byrne) mengira rumah mereka telah dihantui. Ada banyak kejadian aneh di sana. Kejadian yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Celakanya, ternyata bukan rumah mereka yang berhantu. Ada makhluk dari alam lain yang ternyata sedang berusaha masuk ke tubuh putra mereka berdua.
Dalton (Ty Simpkins), putra Josh dan Renai terjatuh dan mengalami koma. Renai yang pertama sadar kalau ada yang tak beres namun Josh sepertinya tak percaya. Setelah mengalami sendiri barulah Josh setuju untuk pindah. Ternyata pindah ini juga bukan solusi. Sepertinya hantu itu mengikuti ke mana mereka pergi.
Ternyata, bukan rumah tempat tinggal mereka yang berhantu. Makhluk dari kegelapan ini berusaha masuk ke tubuh Dalton yang kini sedang koma. Satu-satunya yang bisa mengembalikan roh Dalton ke dalam tubuhnya hanyalah Josh yang ternyata juga memiliki kemampuan melepaskan diri dari tubuhnya dan masuk ke alam lain. Masalahnya bisakah Josh kembali setelah ia menyelamatkan Dalton?
Review
Nama James Wan disebut sebagai sutradara film berjudul INSIDIOUS ini. Sekedar mengingatkan, James Wan adalah orang yang mengawali franchise SAW di tahun 2003 lalu. Selain itu masih ada nama Leigh Whannell, orang yang menulis naskah SAW, menjadi aktor, sekaligus menjadi produser film thriller legendaris itu. Jadi, sepertinya INSIDIOUS ini bakal jadi film horor supranatural yang heboh. Sayangnya dugaan itu tak sepenuhnya benar.
INSIDIOUS memang menarik, paling tidak di bagian awalnya. Meski tak menawarkan konsep yang sama dengan PARANORMAL ACTIVITY namun aroma film horor yang sempat jadi pembicaraan di mana-mana itu jelas tercium. Trik lama film-film horor seperti kejutan-kejutan kecil tetap dipertahankan. Meski tak dominan namun kejutan ini cukup mampu membuat penonton jadi tegang. Sayangnya, setelah memasuki pertengahan, suasana tegang mulai hilang.
Munculnya dua Ghostbusters dalam film ini malah membuat kisah yang mulai tegang tadi jadi konyol. Entah apa maksud James Wan namun keputusan memasukkan dua karakter ini adalah awal dari kegagalan film ini. Setelah itu semuanya berubah menjadi sangat supranatural. Sebenarnya tidak ada salahnya memasukkan unsur supranatural tapi masalahnya, ada sedikit celah yang membuat kisah ini jadi terasa makin tidak masuk akal. INSIDIOUS sebenarnya tak terlalu buruk, hanya saja bagian pertengahan yang menurunkan tensi tadi jadi terasa sangat mengganggu.
Genre:Horror
Release Date:April 1, 2011
Director:James Wan
Script:Leigh Whannell
Producer:Jason Blum, Jeanette Brill, Oren Peli, Steven Schneider, Aaron Sims
Distributor:FilmDistrict
Duration:100 minutes
Budget:US$1.5 million
Official Site:www.insidious-movie.com

Sinopsis ORPHAN

Kate (Vera Farmiga) dan John (Peter Saarsgaard) adalah pasangan suami-istri yang sedang melewati masa sulit dalam pernikahan mereka. Mereka masih berduka karena keguguran yang dialami Kate. Trauma tersebut membuat jiwa Kate sedikit terguncang. Ia menjadi depresi dan mulai berteman dengan minuman beralkohol. Sikap Kate membuat hubungannya dengan John merenggang.
Untuk mengakhiri mimpi buruk tersebut, Kate dan John berusaha mencari cara. Mereka pun memutuskan untuk mengadopsi seorang anak. Maka, pergilah mereka ke sebuah panti asuhan. Di sana, mereka bertemu dengan Esther (Isabelle Fuhrman). Esther adalah anak yang manis dan pintar. Namun, ia memiliki masa lalu yang cukup mengenaskan. Keluarga adopsi terdahulunya meninggal dalam peristiwa kebakaran. Hanya Esther yang selamat dari kecelakaan tersebut.
Pertama kali Kate dan John bertemu Esther, mereka langsung jatuh cinta padanya. Mereka tertarik pada Esther karena kepandaiannya menyanyi dan melukis. Di sisi lain, mereka merasa iba mendengar masa lalu Esther. Maka, mereka pun memutuskan untuk mengadopsi Esther.
Esther pun menjadi anak tengah di keluarga Coleman, selain Daniel (Jimmy Bennet) dan Max (Aryana Engineer). Kate dan John berharap Esther dapat menjadi adik dan kakak bagi kedua anak mereka. Kehadiran Esther diharapkan dapat membawa suasana baru di keluarga tersebut.
Namun, harapan tersebut sepertinya tidak akan pernah terwujud. Perlahan tapi pasti, Esther berubah menjadi anak yang misterius dan labil. Penampilan luarnya yang manis dapat mengecoh semua orang. Justru, ia menjadi pusat kehancuran keluarga Coleman.
Max kecil yang bisu dan tuli selalu diperdaya oleh Esther. Ia sangat kasihan sekali. Begitu juga dengan Danniel. Mereka selalu di ancam agar tidak memberitahu tentang apa yang mereka lihat.
Melihat ketidakberesan pada diri Esther, Kate berusaha memberitahu John. Namun, John tidak memercayai Kate. Ketidakstabilan jiwa dan masa lalu Kate membuat John sedikit apatis terhadap istrinya tersebut. Apalagi saat peristiwa kecelakaan Max akibat keteledoran Kate. John menganggap sikap Kate hanyalah reaksi dari kegelisahan yang berlebihan.
Maka, Kate pun berusaha untuk menyelamatkan keluarganya dari teror yang dilakukan Esther. Ia berusaha mencari tahu identitas dan masa lalu Esther yang sebenarnya. Masa lalu yang akan membuat Kate sangat terkejut. Esther, gadis kecil manis yang berubah menjadi iblis kecil, memiliki rahasia besar yang tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh keluarga Coleman.
Penuh Kejutan
The Orphan adalah sebuah film horor yang dikemas cukup berbeda dari film horor lainnya. Penulis naskah David Leslie Johnson menata cerita sedemikian misteriusnya sehingga membuat penonton sibuk menerka kelanjutan cerita. Karakter Esther dalam film ini berhasil menumbuhkan perasaan takut dan teror bagi penonton. Tokoh ini juga merupakan pusat dari cerita yang membuat penonton dapat mencintai dan membencinya pada saat yang bersamaan.
Kisah atau tragedi yang terjadi dalam film ini memiliki kekuatan logika yang tinggi. David memang menginginkan ketautan yang kuat antara satu adegan dengan adegan lainnya. Namun, akhir dari cerita ini sungguh akan membuat penonton kaget, syok, dan tidak akan berhenti membicarakannya hingga keluar dari studio teater. Kerja sama yang solid antara sutradara Jaume Collet-Serra, penulis naskah David Leslie Johnson, dan produser Joel Silver, Susan Downey, Jennifer Davison Killoran, dan Leonardo Dicaprio membuat film ini menjadi sebuah film horor yang sangat berkualitas. Hal tersebut didukung oleh pengalaman Collet-Serra dalam menyutradarai film horor House of Wax. Akting para pemain—khususnya akting Isabelle Fuhrman— pun menyempurnakan kemasan keseluruhan film ini.
Semua harus menonton film ini. Film ini mempunyai cerita yang amat menarik. 
Tanggal rilis : 24 Juli 2009 (Amerika)
Genre : Horor
Durasi : 123 menit
Sutradara : Jaume Collet-Serra
Produser : Joel Silver, Susan Downey, Jennifer Davison Killoran, Leonardo Dicaprio
Pemain : Vera Farmiga, Peter Sarsgaard, Isabelle Fuhrman, CCH Pounder, Jimmy Bennet, Aryana Engineer.
Produksi : Warner Bros Pictures
Author : Lucky Natalia